Showing posts with label Brand Activation. Show all posts
Showing posts with label Brand Activation. Show all posts

Tuesday, March 12, 2013

Ide Brand Activationku


Oleh Melya Yosita (Mahasiswi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika, Institut Manajemen Telkom, Bandung)

Saya adalah salah satu pelanggan setia produk sari roti. Tetapi sering kali saya melihat banyak sekali roti yang tersisa di supermarket setelah masa berlaku produk tersebut hampir hampir. Hal ini menimbulkan beberapa pernyataan di dalam benak saya yaitu sayang sekali dan terlihat seperti useless (karena roti yang sudah kadaluarsa tidak dapat dikonsumsi lagi).

Akhirnya timbul di benak saya untuk menciptakan suatu ide tentang mengaktifkan sebuah merk (brand) yang bertujuan agar produsen dapat meraup untung, produk yang dijual tidak ada yang tersisa sebelum masa kadaluarsa habis, dan konsumen merasa senang dengan produk tersebut. Indikatornya akan saya jelaskan sebagai berikut :
1.      Produsen memproduksi produk seperti biasa sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
2.      Produsen mendistribusikan produk tersebut melalui supermarket atau toko terdekat.
3.      Namun disini lah perbedaannya. Produsen dapat menawarkan sebuah paket menarik terhadap konsumen dengan cara “konsumen akan mendapat bonus produk atau barang lain apabila membeli sekian banyak produk.” Barang yang menjadi bonus produk dapat berupa tempat makan siang anak, botol minum, sendok dan garpu plastik, dll. Tentu saja dengan produk yang berkualitas, bervariasi, food grade, dan memiliki desain yang lucu dan eye-catching.
4.      Keuntungan yang didapat :
a.       Dari sisi konsumen.
Selain mendapat produk yang berkualitas, konsumen juga mendapat keuntungan (benefit) lain berupa bonus produk tambahan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Hal ini dapat mendorong konsumen untuk terus membeli produk tersebut hingga mendapat bonus produk yang mereka inginkan.
b.      Dari sisi produsen.
Produsen mendapatkan pendapatan dan profit lebih dari kegiatan konsumsi yang dilakukan konsumen dibandingkan sebelum melakukan kegiatan brand activation. Kemudian kemungkinan besar permintaan akan barang yang dijual akan bertambah seiring dengan bertambahnya minat konsumen terhadap bonus produk dan produk itu sendiri. Sehingga kita tidak akan melihat lagi roti-roti enak dengan kualitas terbaik namun masa kadaluarsanya hampir habis di supermarket.

           Semoga ide brand activation ini dapat bermanfaat.

Sekilas Tentang Hubungan Antara Marketing dan Brand Activation


Selama ini, marketing sering disalahartikan. Hal ini terbukti dengan banyaknya persepsi mengenai definisi marketing. Banyak orang beranggapan bahwa marketing hanyalah sebatas penjualan, kegiatan promosi, kegiatan konsumtif, ilmu hitam, maupun kegiatan Multi Level Marketing (MLM).

Tapi sebenarnya apa definisi singkat marketing tersebut? Marketing sebenarnya berbicara tentang bagaimana produk diposisikan di benak konsumen.

Dalam ilmu marketing, dikenal dengan lima jurus ampuh yang bertujuan bagaimana agar nilai (value) dapat dikomunikasikan yaitu melalui STPDB. Mari kita bahas satu persatu jurus ampuh tersebut : 
  1. Segmentation (segmentasi) berkaitan dengan membagi pasar berdasarkan keadaan geografis, demografis, psikografis, dan behavioral. Dalam segmentasi, sekumpulan orang yang banyak dapat ditentukan menjadi sebuah target. Segmentasi berkaitan dengan sebuah strategi. Disini kita dapat menentukan strategi mana yang cocok karena strategi merupakan sebuah pilihan.
  2. Targeting (sasaran) adalah sebuah cara dimana kita dapat menentukan target pasar kita sesuai dengan pasar (market), potensi, dan kondisi kompetitor (persaingan).
  3.  Positioning (memposisikan) berkaitan dengan bagaimana memposisikan diri (dalam arti produk baik berupa barang atau jasa) di benak orang. Misalnya dengan membuat slogan atau jargon produk.
  4. Differentiation (pembedaan), berkaitan dengan keunikan atau beda. Perbedaan yang diciptakan haruslah meaningful dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Diferensiasi dapat dikategorikan berdasarkan tiga hal yaitu : a.  Konten (isinya). Contohnya fitur Blackberry Messenger (BBM) yang hanya ada pada ponsel Blackberry.b. Konteks (cara). Bagaimana memberikan penawaran produk kepada pelanggan. Contohnya penyajian soto gebrak yang harus digebrak dahulu baru disajikan ke konsumen.c. Infrastruktur (sarana orang atau teknologi yang bersifat unik untuk mendukung delivery dari penawaran). Contohnya sales marketing mobil Lexus di training untuk dapat bermain golf dan terbiasa dengan hidup mewah karena target pasar mereka yang terstruktur untuk golongan menengah keatas.
  5. Brand, tentu saja berkaitan dengan merk suatu produk.
Kemudian apa yang dimaksud dengan Brand Activation sendiri? Brand Activation adalah suatu cara bagaimana perusahaan berusaha mengaktifkan kembali brand nya agar konsumen merasa senang dan terus membeli atau menggunakan produknya. Tentu saja kegiatan atau event yang dilakukan harus memberikan manfaat untuk konsumen pula.
Apa saja indikator yang harus diterapkan untuk mendukung terlaksana nya kegiatan brand activation?

1.      Objectives berkaitan dengan jurus segmentation yang mengharuskan bagaimana perusahaan harus berpikir kreatif.

2.      External Issues berkaitan dengan jurus targeting yaitu perusahaan harus menemukan tren yang sedang hangat sekarang.

3.      Target Group berkaitan dengan jurus positioning yaitu perusahaan harus menargetkan pada seorang influencer.

4.      Event Concept Development berkaitan dengan jurus differentiation yaitu bagaimana perusahaan memberikan pengalaman baru kepada konsumen dengan cara membuat suatu kegiatan yang diawali dengan rundown dan ilustrasi.

5.      Development berkaitan dengan jurus brand.